RUMAHPERADABANISLAM | SIMALUNGUN - Suasana penuh keakraban dan khidmat mewarnai pertemuan silaturahmi antara Tuan Guru Batak (TGB) Syeikh Dr. Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk dengan Buya Dr. H. Ahmad Baqi Arifin, S.H., M.H., M.B.A., zurriyah atau cucu dari Allahuyarham Syekh Kadirun Yahya, di kediaman Tuan Guru Batak, Persulukan Serambi Babussalam, Simalungun.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan silaturahmi antara dua keluarga besar zurriyah dan penerus perjuangan spiritual dalam Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah.
Buya Dr. H. Ahmad Baqi Arifin yang merupakan bagian dari keluarga besar Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, Alkah Zikir Baitul Ja'far, hadir dalam suasana penuh kekeluargaan. Pertemuan berlangsung hangat dengan diwarnai dialog dan pertukaran pandangan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan kehidupan spiritual serta pembinaan umat melalui jalan tarekat.
Silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi pertemuan antarkeluarga, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah di antara para pembimbing dan jamaah tarekat yang berada dalam satu tradisi keilmuan dan spiritual.
Di tengah suasana persaudaraan itu, kedua tokoh turut berbincang mengenai bagaimana nilai-nilai tarekat dapat terus dikembangkan dalam kehidupan masyarakat. Ajaran tentang zikir, akhlak, persaudaraan, serta pengabdian kepada umat menjadi bagian penting dari semangat yang dibawa dalam pertemuan tersebut.
Para murid dan jamaah yang hadir pun mengikuti pertemuan dengan penuh hormat dan takzim. Mereka duduk bersama dalam suasana yang sederhana namun sarat makna, menyimak perbincangan dan nasihat yang disampaikan.
Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan eratnya hubungan antara dua lingkungan keluarga besar yang memiliki keterikatan sejarah dan spiritual dalam perjalanan Tarekat Naqsyabandiyah. Perbedaan wilayah dan lingkungan pengabdian tidak menjadi penghalang untuk terus membangun komunikasi dan persaudaraan.
Lebih dari sekadar silaturahmi, pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa ukhuwah Islamiyah, persatuan, dan persaudaraan merupakan nilai penting dalam perjalanan kehidupan umat.
Tarekat juga dipandang bukan hanya sebagai ruang pembinaan spiritual, tetapi sebagai wadah membangun persaudaraan, memperkuat akhlak, serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat dan peradaban.
Dari Persulukan Serambi Babussalam, Simalungun, silaturahmi dua keluarga besar ini diharapkan terus menjadi bagian dari ikhtiar merawat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai spiritual, dan meneruskan tradisi keilmuan serta pengabdian kepada umat.
Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan, mempererat ukhuwah, dan menjadi wasilah kebaikan bagi umat. Aamiin. (Red)


