Oleh: Muhammad Mas’ud Silalahi, S.Sos
Pengurus BPW HIPKA Sumatera Utara
Kehadiran Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) jangan dipandang sebagai rivalitas terhadap KAHMI. Justru HIPKA hadir sebagai bagian dari pengembangan potensi alumni HMI, khususnya mereka yang memilih jalan perjuangan melalui dunia usaha, bisnis dan entrepreneurship.
Sejak awal, KAHMI dibentuk sebagai wadah silaturahmi dan pengabdian para alumni HMI yang telah tersebar di berbagai bidang kehidupan. Karena itu, sangat wajar jika kemudian lahir berbagai wadah yang menjadi ruang aktualisasi alumni sesuai bidang dan profesinya.
Dalam konteks ini, HIPKA memiliki posisi yang sangat strategis.
Jika selama ini alumni HMI lebih sering dikenal karena kiprahnya di dunia politik, pemerintahan dan birokrasi, maka sudah saatnya kekuatan alumni juga diperkuat di sektor ekonomi dan dunia usaha.
Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha. Bukan hanya pengusaha besar, tetapi juga pengusaha-pengusaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Di sinilah HIPKA memiliki peran penting.
HIPKA bukan sekadar tempat berkumpulnya pengusaha alumni HMI. Lebih dari itu, HIPKA harus menjadi ruang belajar, membangun jaringan, berkolaborasi dan melahirkan pengusaha-pengusaha baru.
Alumni yang sudah sukses di dunia bisnis dapat menjadi mentor bagi alumni yang baru memulai usaha. Yang memiliki jaringan dapat membuka akses. Yang memiliki pengalaman dapat berbagi pengetahuan.
Dengan demikian, kekuatan individual para pengusaha alumni HMI dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi kolektif.
Semangat ini sebenarnya sejalan dengan nilai HMI tentang insan akademis, insan pencipta dan insan pengabdi. Menjadi pengusaha juga merupakan salah satu bentuk aktualisasi diri sebagai insan pencipta—menciptakan usaha, lapangan pekerjaan, inovasi dan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, hubungan KAHMI dan HIPKA seharusnya bukan kompetisi, melainkan sinergi.
KAHMI adalah rumah besar alumni HMI, sementara HIPKA menjadi salah satu ruang aktualisasi alumni di bidang ekonomi dan kewirausahaan.
Sudah saatnya kita memperluas cara pandang terhadap keberhasilan alumni HMI. Jangan hanya bertanya berapa banyak alumni yang menjadi pejabat atau politisi, tetapi juga berapa banyak alumni yang menjadi pengusaha, menciptakan lapangan kerja, membangun perusahaan dan membawa produk Indonesia ke pasar yang lebih luas.
HIPKA bukan rival KAHMI. HIPKA adalah bagian dari ikhtiar memperkuat alumni HMI melalui jalan ekonomi.
Sebab membangun Indonesia tidak hanya dilakukan melalui politik dan pemerintahan, tetapi juga melalui usaha, inovasi, investasi, lapangan kerja dan kemandirian ekonomi.
Yakin Usaha Sampai.


