Bisikan Golongan Muda Alumni HMI untuk Ketua MD KAHMI Kota Medan Mendatang

Advertisement


 

banner

Bisikan Golongan Muda Alumni HMI untuk Ketua MD KAHMI Kota Medan Mendatang

MMS
Selasa, 08 September 2026

“Kanda, Yunda, KAHMI Dibentuk Bukan Sekadar untuk Jalan Sehat”

Oleh: B.J. Waruwu

MEDAN — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Medan, perhatian dan antusiasme para alumni HMI, khususnya dari kalangan muda, mulai kembali mengemuka.

Musda bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan lima tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang untuk menentukan arah gerak MD KAHMI Kota Medan ke depan, termasuk sejauh mana organisasi tersebut mampu menjawab kebutuhan para alumninya.

Di tengah berbagai kegiatan yang selama ini dilakukan, termasuk kegiatan jalan sehat, muncul suara dari sebagian alumni muda yang menginginkan agar MD KAHMI tidak berhenti pada kegiatan-kegiatan seremonial. Jalan sehat tentu merupakan kegiatan positif, tetapi bagi sebagian alumni muda, kebutuhan mereka hari ini jauh lebih kompleks.

Hari ini banyak alumni muda HMI yang tengah mencari peluang beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maupun. Tidak sedikit pula yang membutuhkan akses dan ruang pengembangan karier, baik di bidang akademik, politik, birokrasi, dunia usaha, maupun berbagai profesi lainnya.

Di sinilah MD KAHMI Medan diharapkan hadir lebih nyata.

MD KAHMI Medan seyogianya tidak hanya menjadi ruang silaturahmi para alumni, tetapi juga menjadi wadah yang mampu mempertemukan potensi, jaringan, gagasan, dan peluang bagi seluruh alumninya. Terlebih bagi alumni muda yang sedang membangun masa depan.

Menjelang pemilihan ketua atau “imam” baru MD KAHMI Kota Medan untuk lima tahun mendatang, bisikan tersebut layak menjadi bahan pertimbangan bagi seluruh kandidat.

Sinergi antara alumni muda dan senior perlu dibangun secara nyata. Jangan lagi ada sekat yang didasarkan pada latar belakang komisariat, afiliasi politik, maupun profesi. MD KAHMI harus menjadi rumah besar yang mampu merangkul seluruh potensi alumni.

Pemberdayaan alumni muda bukan sekadar persoalan regenerasi. Ini merupakan langkah strategis untuk menjaga eksistensi dan relevansi nilai-nilai HMI di tengah perubahan zaman.

Jika para alumni muda HMI di Kota Medan mampu diberdayakan, memiliki akses, jaringan dan ruang untuk berkembang, maka daya kontribusi MD KAHMI terhadap masyarakat juga akan semakin besar.

Bahkan, bukan sesuatu yang mustahil jika suatu hari MD KAHMI  Medan mampu melahirkan dan mengantarkan kader-kader terbaiknya untuk mengisi posisi-posisi strategis, termasuk menjadi Wali Kota Medan maupun Gubernur Sumatera Utara.

Karena itu, Musda VII MD KAHMI Kota Medan seharusnya tidak hanya menjadi ajang memilih siapa yang akan memimpin, tetapi juga menjadi momentum untuk menentukan MD KAHMI Medan seperti apa yang ingin dibangun dalam lima tahun ke depan.

Untuk itu, seluruh alumni HMI Kota Medan, khususnya golongan muda, diharapkan dapat mengambil bagian dalam seluruh rangkaian Musda. Pilihan terhadap kandidat harus dilakukan secara cermat dan objektif, dengan melihat kapasitas, integritas, kemampuan merangkul seluruh elemen alumni, serta keberanian membawa MD KAHMI Medan menjadi organisasi yang lebih produktif dan relevan.

Sebab, yang dibutuhkan bukan sekadar seorang ketua, tetapi seorang “imam” yang mampu mengayomi, menyatukan, membuka ruang, dan menggerakkan seluruh potensi alumni HMI Kota Medan.

Semoga lahir kepemimpinan baru yang mampu menjadikan MD KAHMI Kota Medan semakin kuat, inklusif, produktif, dan benar-benar hadir menjawab kebutuhan para alumninya.

Kanda, Yunda, MD KAHMI bukan hadir sekadar untuk jalan sehat. MD KAHMI hadir untuk memperluas jangkauan para alumni dalam upaya pengembangan diri. 

(Red)